Peran Orang Tua Dalam Mendukung Persiapan Anak Masuk Kuliah

Hai ZenParents! Udah tau kan sekarang ada aturan baru seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2023?  Perubahan aturan ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang sebenarnya terjadi secara menyeluruh mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

Tujuan dari perubahan ini adalah memperbaiki fokus belajar anak. Fokus gimana tuh? Nah, kalau Zen Parents sering mendengar anak mengeluh, “duh susah banget hafalin rumus terus.” Itu salah satu pertanda ketika anak mengasosiasikan hafalan sebagai fokus utama belajar. Padahal belajar itu bukan soal hafal atau nggaknya, kan?

Kini dengan aturan baru SNBT 2023, anak punya ruang lebih bebas untuk mengenal apa yang sebenarnya ingin mereka dalami. Seleksi masuk yang menjadi lebih inklusif dan transparan ini membuka kesempatan baru untuk para siswa.

Dengan adanya perubahan ini, kebanyakan orang tua mungkin bertanya apakah perubahan aturan berpengaruh ke cara belajar? Dan Bagaimana Peran Orang Tua Dalam Mendukung Persiapan Anak Masuk Kuliah? Yuk kita cari tahu.

Aturan Baru, Ganti Cara Belajar? 

Oke, dengan adanya aturan baru seleksi masuk PTN, sebelum kita mulai mengotak-atik strategi belajar ada baiknya ZenParents mulai dengan mengukur sejauh mana persiapan belajar anak.

Setelah memahami sampai titik mana tingkat kesiapan anak, ZenParents dan anak bisa mendiskusikan kira-kira jalur mana yang paling cocok untuk sang anak.

Perlu diingat, masing-masing jalur masuk PTN punya tantangan tersendiri. Misal, dengan jalur SNMPTN terbaru, jurusan anak nggak sekaku dulu. Baik anak IPS atau IPA bisa melakukan lintas prodi saat pengambilan jurusan kuliah.

Oleh karenanya anak-anak pun punya kesempatan yang lebih besar untuk explore berbagai bidang. Di satu sisi, kini penilaian pun nggak hanya berdasarkan mata pelajaran terrtentu. Fokus siswa menjadi lebih menyebar karena rata-rata nilai rapor semua mata pelajaran memiliki porsi yang lebih besar.

Kalau ingin memasuki jalur ini, ZenParents harus memastikan bahwa jadwal belajar anak seimbang. Selagi mendalami minat, mempertahankan nilai rapor pun juga dijadikan prioritas.

Sepenting itu kah? 

Penting! Dengan skema baru ini, nilai penggali minat dan bakat dari mata pelajaran pendukung memberi porsi 50% dalam penghitungan nilai.

Situasi baru ini mengingatkan ZenParents kalau belajar yang efektif bakal ngasih ruang yang lebih banyak bagi anak mendalami bidang yang menarik minat mereka.

Di sini adalah tantangan serunya, gimana ya menemukan strategi belajar yang tepat? ZenParents bisa membaca insight dari Zenius soal cara belajar: 3 Cara Belajar Efektif dan Efisien, Bukan Sekedar Belajar Keras.

Membuka Kesempatan Eksplorasi

Seperti yang ZenParents ketahui, aturan baru SNBT 2023 membuka kesempatan baru untuk setiap anak bereksplorasi. Sebagai orang tua dari pejuang PTN, ZenParents bisa membantu buah hati dengan memberi ruang bagi anak untuk mencari tahu hal apa yang menarik minatnya.

Bicara soal passion, menemukan satu minat yang pasti sebenarnya nggak bisa ZenParents jadikan sebagai satu-satunya tolak ukur.

Apalagi mengingat masa remaja adalah fase ketika dinamika anak mencoba berbagai hal akan terus naik turun. Menuntut anak untuk menemukan satu passion yang cocok untuk karier justru bisa memberatkan anak.

Di sini ZenParents harus memahami bahwa tidak semua hal bisa direncanakan dengan mutlak. Selalu ada ruang untuk anak berkembang mencoba hal baru, trial and error adalah hal yang normal. Ini lah pentingnya memberi kesempatan bagi anak untuk mencoba berbagai hal.

Menumbuhkan Growth Mindset pada Anak

Tahukah Zenparents, dalam proses belajar, nggak peduli seefektif atau sekeras apapun anak belajar jika pola pikir yang dimiliki bersifat fixed mindset maka performa belajar anak tidak akan maksimal.

Fixed mixed adalah semacam jebakan psikologis di mana kita menilai kecerdasan atau kemampuan seseorang sebagai sesuatu yang bersifat “tetap” alias fixed. Misal, ada anak berpikir, “badanku gendut banget, pakai baju apapun nggak bakal modis” atau “duh orang ceroboh kayak aku pasti nggak jago matematika.” Pola pikir skeptis seperti ini yang kita sebut fixed mindset.

Kadang anak yang mengalami hal ini seperti ini dianggap sekedar kekurangan motivasi, padahal bisa jadi akar masalah sebenarnya adalah fixed mixed yang menghambat dia untuk berkembang.

Peran Orang Tua Dalam Mendukung Persiapan Anak Masuk Kuliah 9

Banyak penelitian yang membuktikan seberapa penting peran mindset dalam menentukan keberhasilan seseorang. Menyadari betapa pentingnya cara anak memandang diri sendiri, Zenparents bisa membantu anak dalam menyadari kelebihan dirinya.

Ketika anak berhasil mengenali kelebihan dirinya sebagai individu maka ini akan menjadi sumber kekuatan penting yang mendorongnya semangat dan percaya diri dalam berkembang khususnya di tengah lingkungan yang kompetitif.

Slot online, Membantu anak mengenal potensi diri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah apresiasi verbal seperti memuji. Perlu Zenparents pahami, dalam mengapresiasi anak, menghargai proses dibanding hasil akan membantu anak dalam mengembangkan growth mindset.

Biasanya dengan mengapresiasi proses, usaha, serta suka duka akan mendorong anak lebih tertarik untuk belajar dan menikmati prosesnya.

Cara Belajar Efektif Bareng Zenius

Keputusan untuk menghilangkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam SBMPTN akan mengarahkan anak untuk fokus pada Tes Skolastik yang mengukur potensi kognitif, penalaran Matematika serta literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hal ini menjadikan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah menjadi fokus baru.

Tapi, tujuan belajar bernalar sebenarnya nggak cuma untuk lulus TPS demi masuk PTN, kan? Kemampuan bernalar yang baik akan membantu anak dalam mengambil setiap keputusan dalam hidupnya. Nah pertanyaannya, apa penalaran bagus aja cukup?

Sebenarnya, hilangnya TKA nggak mengartikan anak-anak jadi nggak perlu belajar Biologi, Sejarah, Ekonomi, Fisika, dll. Hal ini erat kaitannya dengan insightful knowledge di mana cara bernalar anak mesti diiringi dengan pengetahuan akurat.

Contoh sederhananya begini, ZenParents tentunya sadar zaman sekarang teknologi terus berkembang pesat. Informasi semakin mudah menyebar di mana berita hoax menjadi salah satu isu yang harus kita hadapi di kehidupan sehari-hari.

Pemahaman mendasar yang kuat pada logika diiringi dengan kemampuan berbahasa dan pengetahuan yang luas akan membuat anak semakin cerdas dalam memfilter informasi mana yang harus diserap.

Oleh karenanya, kini dengan UTBK yang berfokus pada TPS, diharapkan fondasi cara berpikir anak semakin matang.

Masalahnya nih ZenParents, ketika belajar cara berpikir dianggap membosankan kebanyakan anak cenderung mencari cara berpikir instan yang seringnya malah membawa pada pengetahuan dangkal bukannya pencerahan.

Nah melihat permasalahan ini, Zenius hadir menjadi jembatan untuk setiap anak yang ingin belajar berpikir.

Soal TPS dari Zenius dirancang dapat memantik rasa penasaran siswa dalam belajar. Terlebih fitur-fitur Zenius dibangun dengan sistem adaptive learning di mana soal-soal akan otomatis disesuaikan dengan level kemampuan anak yang terus bertahap naik.

Kesimpulan

Aturan baru SNBT 2023 memperkaya ruang eksplorasi bagi para siswa. Di saat yang sama hal ini juga meningkatkan persaingan di bidang yang lebih luas. Jiwa kompetitif anak tidak hanya muncul terkait nilai rapor tapi juga skill nonakademik.

Salah satu cara beradaptasi di lingkungan yang kompetitif adalah dengan menemukan cara belajar yang membuat anak semakin fleksibel dalam menentukan pilihannya. Kebebasan ini yang mendorong anak agar tetap fokus menggali minat lainnya.

Metode belajar Yang Penting Penting Aja (YPPA), Zenius terapkan karena kami paham bahwa masa sekolah menjadi waktu paling penting bagi anak untuk menggali minat bakatnya.

Dengan Zenius YPPA, anak akan punya waktu untuk mengembangkan kemampuan baru di luar pelajaran. Berbagai pilihan materi dikemas dengan menarik sehingga membuat belajar menjadi hal yang asik. Perjalanan mengejar jurusan impian pun bakal makin seru sama Zenius.

Sip, semoga penjabaran di atas bisa membantu ZenParents dalam menyusun strategi baru anak dalam menghadapi tantangan akademis yang terus berkembang. Sampai jumpa di artikel berikutnya!